Langsung ke konten utama

Tanjak Datuk Laksmana Raja Di Laut.

 Dalam beberapa bulan belakangan ini, Provinsi Riau sedang demam tanjak. hampir si setiap penjuru pasar pasar seni ytang ada di daerah kabupaten dan kota di Provinsi Riau menjual tanjak dengan berbagai bentuk dan versi. tentu hal ini menhyebabkan ragam bentuk dan nama tanjak yang beredar.

namun, dari berbagai macam bentuk tanjak yang beredar di Riau ada satu tanjak yang menarik perhatian. yaitu tanjak yang dipakai oleh Datuk Laksmana Raja Di Laut. namun terlebih dahulu kita harus mengenal siapa Laksmana Raja Di Laut.

Laksmana Raja Di Laut merupakan nama gelar tertinggi pada jabatan laskar pada bangsa melayu di wilayah Bukit Batu. ada empat orang yang mendapatkan gelar Laksmana Raja Di laut. antara lain.
  1. Datuk Laksmana Raja Di Laut I bernama Encik Ibrahim yang berkuasa dari tahun 1767 sampai 1807 masehi.
  2. Datuk Laksmana Raja Di Laut II bernama Encik Khamis yang berkuasa dari tahun 1808 sampai 1864 Masehi.
  3. Datuk Laksmana Raja Di Laut III bernama Encik Abdul Shaleh yang berkuasa dari tahun 1864 sampai 1908 Masehi.
  4. Datuk Laksmana Raja Di Laut IV bernama Encik Ali Akbar yang berkuasa dari tahun 1908 sampai 1928 Masehi.
semua Datuk Laksmana Raja Di laut ini bersemeayam di Bukit Batu kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Nah, yang menjadi penasaran, apa tanjak yang mereka pakai?
sampai hingga saat ini penulis belum menemukan tanjak mana yang pasti yang mereka pakai, sekalipun penulis sudah mendatangi rumah besar bekas Laksmana Raja Di Laut yang saat ini menjadi situs peninggalan beliau yang dipelihara oleh pemerintah bengkalis juga tidak menemukan tanjak jenis apa yang mereka pakai. namun beberapa bukti sejarah yang didapati, ada satu jenis tanjak yang lebih dekat merujuk ke tanjak yang di pakai oleh datuk laksmana Raja Di laut.

Tanjak Tebing Runtuh. tanjak jenis ini di dapati dari bukti photo yang didapati oleh penulis dari berbagai sumber. gambar poto ini adalah Datok Wan Abdul Rahman (Datok Pekanbaru), Wan Entol (Datok Sri Amar perkasa (Datok Siak), dan Datok Idris (Putra datok Laksmana Bukit Batu (Datuk Mandau). Ketiga Datuk yang ada di dalam poto ini memakai tanjak Tebing Runtuh bila dilihat dari asas lipat tanjak yang mereka pakai.




Umah tanjak juga mencoba membuat replika tanjak tebing runtuh dengan menggunakan bahan kain songket tenun tangan hasil karya bang Wan Iswandi yang berproduksi di Kota Dumai.


sesungguhnya, tulisan ini tiadalah semata mata merasa benar adanya. penulis juga masih belajar mencari bukti dan data yang valid. Wallahu Alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

umah tanjak

pelestarian dan pemeliharaan tanjak terkhusus tanjak tradisional yang telah hilang di kalangan masyarakat melayu adalah tujuan utama Umah tanjak yang berdiri sejak tahun 2015 yang lalu, adapun lokasi dari Umah tanjak itu sendiri adalah di kota Dumai, tepatnya di jalan Cempaka kelurahan Dumai Kota.

umah tanjak Nakhoda trong