Langsung ke konten utama

Tanjak Melayu

Tanjak, Destar, Tengkolok atau setanjak merupakan bagian dari pakaian Laki laki Melayu sejak zaman kerajaan kerajaan terdahulu, yang dilipat, disimpul dan diikat di kepala setiap pria baik di acara adat maupun kesehariannya, secara utama fungsi tanjak adalah sebagai alat pengikat rambut yang terburai dan pelindung kepala dari sinar matahari namun seiring waktu berjalan maka fungsi tanjak berubah sesuai kedudukan strata  sosial masyarakat di wilayah adat tertentu. Mulai dari masyarakat yang berkedudukan sebagai sultan atau raja hingga ke rakyat biasa.
Pemakaian tanjak itu sendiri tentunya berbeda beda sehingga melahirkan ragam jenis tanjak yang tersebar di seluruh wilayah adat yang sesuai kesepakatan adat masing masing. Dari lipatan yang sangat sederhana hingga lipatan yang sangat sulit. 
Seiring perkembangan Zaman terlebih pada bidang fashion tanjak menjadi barang langka dan mulai ditinggalkan oleh kaum laki laki melayu. Namun sisa sisa peninggalan zaman dahulu membuat resam melayu tak hilang. sekarang tanjak menjadi bagian fashion laki laki yang terbilang memiliki harga diri serta derajat kemuliaan yang tinggi pada sang pemakainya.
Hampir di seluruh bagian lapisan masyarakat Melayu terkhusus bagi laki laki pasti mengenal akan tanjak. Namun jika kita simak secara saksama mereka hanya mengetahui nama secara universal (tanjak) namun tak mengerti dan tahu jenis jenis tanjak yang ada di seluruh bumi Melayu. Hal ini menyebabkan rasa minat terhadap tanjak itu berkurang sehingga pemakaian tanjak sudah mulai pupus dimakan zaman. Tahun tahun belakangan ini, banyak masyarakat melayu tak mengetahui tanjak, dari kebanyakan mereka hanya tau dan melihat tanjak pada saat acara adat tertentu.

Hingga saat ini, populeritas tanjak semakin meningkat sejak mulai marak dan banyaknya generasi muda yang sudah tidak malu dan mau memakai tanjak di kota Dumai.

Apa tanda melayu jaya
Ia peduli akan budaya

Apa tanda Melayu maju
Kepada sesame saling membantu

Apa tanda Melayu kalah
Kepada sesame saling menyalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanjak Datuk Laksmana Raja Di Laut.

 Dalam beberapa bulan belakangan ini, Provinsi Riau sedang demam tanjak. hampir si setiap penjuru pasar pasar seni ytang ada di daerah kabupaten dan kota di Provinsi Riau menjual tanjak dengan berbagai bentuk dan versi. tentu hal ini menhyebabkan ragam bentuk dan nama tanjak yang beredar. namun, dari berbagai macam bentuk tanjak yang beredar di Riau ada satu tanjak yang menarik perhatian. yaitu tanjak yang dipakai oleh Datuk Laksmana Raja Di Laut. namun terlebih dahulu kita harus mengenal siapa Laksmana Raja Di Laut. Laksmana Raja Di Laut merupakan nama gelar tertinggi pada jabatan laskar pada bangsa melayu di wilayah Bukit Batu. ada empat orang yang mendapatkan gelar Laksmana Raja Di laut. antara lain. Datuk Laksmana Raja Di Laut I bernama Encik Ibrahim yang berkuasa dari tahun 1767 sampai 1807 masehi. Datuk Laksmana Raja Di Laut II bernama Encik Khamis yang berkuasa dari tahun 1808 sampai 1864 Masehi. Datuk Laksmana Raja Di Laut III bernama Encik Abdul Shaleh yang b...

umah tanjak

pelestarian dan pemeliharaan tanjak terkhusus tanjak tradisional yang telah hilang di kalangan masyarakat melayu adalah tujuan utama Umah tanjak yang berdiri sejak tahun 2015 yang lalu, adapun lokasi dari Umah tanjak itu sendiri adalah di kota Dumai, tepatnya di jalan Cempaka kelurahan Dumai Kota.

umah tanjak Nakhoda trong