Langsung ke konten utama

Tanjak Tauhid



Tanjak Tauhid ialah tanjak yang menggunakan desain kalimat Tauhid pada lawi sebelah depannya. pada dasarnya tanjak ini berasas lipat dengan menggunakan lipat susun palas tiga lapis, Dasar azaz lipat tanjak ini ialah destar Solok Timbo, hanya saja pada tanjak Tauhid ini tiada menggunakan lipat bunting menantu pada hujung lawinya. sedangkan untuk simpul, tanjak ini menggunakan simpul ketupat palas agar dapat disesuaikan ukuran kepala (All Size).
Dikatakan Tanjak tahid dikarenakan terdapat tulisan tauhid yang bertuliskan "La Ilahaillallah Muhammad Rosullullah" pada lawi yang menghala ke kiri. Kalimat tersebut dibuat dengan menggunakan tenunan benang emas serta menggunakan Khat Khofi sebagai jenis font kaligrafi Arab yang dipakai.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan tanjak ini pun memang tak tanggung taggung, menggunakan bahan kain asli songket Tenun Tangan Kota Dumai serta menggunakan benang dasar hitam pilihan dan benang emas kristal untuk motif desainnya. Untuk proses pembuatan kainnya dibutuhkan setidaknya lebih kurang dua minggu untuk sehelai kain tanjak. tentunya dibuat lansung oleh ahli tenun di Kota dumai bang Wan Iswandi. Sedangkan Tanjaknya dilipat oleh Ngah aroel.
dikarenakan tanjak ini tiada sembarangan siapa pemakai, maka Umah Tanjak hanya membuat empat buah sahaja, dan itupun sudah habis termaharkan semuanya pada orang pilihan tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanjak Datuk Laksmana Raja Di Laut.

 Dalam beberapa bulan belakangan ini, Provinsi Riau sedang demam tanjak. hampir si setiap penjuru pasar pasar seni ytang ada di daerah kabupaten dan kota di Provinsi Riau menjual tanjak dengan berbagai bentuk dan versi. tentu hal ini menhyebabkan ragam bentuk dan nama tanjak yang beredar. namun, dari berbagai macam bentuk tanjak yang beredar di Riau ada satu tanjak yang menarik perhatian. yaitu tanjak yang dipakai oleh Datuk Laksmana Raja Di Laut. namun terlebih dahulu kita harus mengenal siapa Laksmana Raja Di Laut. Laksmana Raja Di Laut merupakan nama gelar tertinggi pada jabatan laskar pada bangsa melayu di wilayah Bukit Batu. ada empat orang yang mendapatkan gelar Laksmana Raja Di laut. antara lain. Datuk Laksmana Raja Di Laut I bernama Encik Ibrahim yang berkuasa dari tahun 1767 sampai 1807 masehi. Datuk Laksmana Raja Di Laut II bernama Encik Khamis yang berkuasa dari tahun 1808 sampai 1864 Masehi. Datuk Laksmana Raja Di Laut III bernama Encik Abdul Shaleh yang b...

umah tanjak

pelestarian dan pemeliharaan tanjak terkhusus tanjak tradisional yang telah hilang di kalangan masyarakat melayu adalah tujuan utama Umah tanjak yang berdiri sejak tahun 2015 yang lalu, adapun lokasi dari Umah tanjak itu sendiri adalah di kota Dumai, tepatnya di jalan Cempaka kelurahan Dumai Kota.

umah tanjak Nakhoda trong